Analisis Jenis, Fungsi, Makna, dan Nilai Ekonomi Tumbuhan pada Ritual Mamapas Lewu Suku Dayak Ngaju

  • Silvia Arianti UNIVERSITAS PGRI PALANGKA RAYA
  • Sari Marselina Universitas PGRI Palangka Raya
Keywords: Tumbuhan, mamapas lewu, dayak ngaju

Abstract

Tumbuhan adalah syarat dalam ritual adat Dayak Ngaju.Setiap tumbuhan yang digunakan memiliki fungsi, makna, dan nilai ekonomi dalam pelaksanaan ritual adat Dayak Ngaju.Tujuannya dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran jenis, fungsi, makna, dan nilai ekonomi tumbuhan yang digunakan pada ritual mamapas lewu suku Dayak Ngaju.Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif, data kuantitatifadalah berupa angka yang diperoleh dari hasil penyebaran angket tentang nilai ekonomi tumbuhan yang digunakan dalam ritual mamapas lewu.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, rekaman informasi secara lisan dan penyebaran angket.Terdapat 12 tumbuhan yang digunakan dalam ritual mamapas lewu yaitu tangkawang Papas, sawang belum, sawang gagar, sukup/manggis, sukun, pilang, taberau hanyi, kajunjung, kelapa, bambu, sirih, pinang. Fungsi tumbuhan diantara lain yaitu tangkawang Papas, sawang belum, sawang gagar, sukup/manggis, sukun, pilang, taberau hanyi, kajunjung digunakan untuk sebagai bahan papas (sapu) untuk ritual mamapas lewu. Sirih dan pinang memiliki fungsi sebagai pelengkap isi dalam sangku.Makna dari tumbuhan yaitu, sebagai lambang kesejahteraan, kebaikan, keselamatan, rejeki yang banyak, kesehatan, jauh bala, kerukunan, dan persembahan untuk leluhur.Dari 32 orang responden Sukup/manggis 9,38%,pilang 51,13%, dan 21,87% kajunjung adalah tumbuhanyang susah untuk didapatkan sedangkan tumbuhan lainnya mudah untuk didapatkan. Nilai ekonomi cukup tinggi yaitu dari tumbuhan pilang, sukup/manggis, kajunjung karena tumbuhan ini termasuk tumbuhan yang hanya ada di hutan bukan di sekitar pekarangan masyarakat seperti tumbuhan lainnya.Artinya, nilai ekonomi tumbuhan yang digunakan dalam ritual mamapas lewu dinilai berdasarkan mudah dan banyaknya populasi tumbuhan ini sendiri.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Silvia Arianti, UNIVERSITAS PGRI PALANGKA RAYA
Sari Marselina, Universitas PGRI Palangka Raya

References

Nunun. 2013. Upacara Tradisional Daerah Kalimantan Tengah Bagian II. Palangka Raya: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah.
Batuallo, Salmon. 2015. Peranan Nilai Budaya Masyarakat Dayak Ngaju dalam Memelihara Lingkungan Di Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Tengah.
Pals, Daniel L. 2014. Dekonstruksi Kebenaran: Kritik Tujuh Teori Agama. Yogyakarta: IRCiSOD.
Ratini, Ni Made. 2015. Upacara Manyanggar Mamapas Lewu Rantau pulut Kecamayan Seruyan Tengah Kabupaten Seruyan. Jurnal Belom Bahadat, volume 5 (2): 275-287.
Yakin, Adinul. 2016. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Bandung: Adijaya Press.
Hasanah, Uswatun. 2014. Pemanfaatan Tumbuhan pada Upacara Adat Tumpang Negeri Suku Melayu di Keraton Ismahayana Landak. Jurnal Protobiont, volume 3 (3): 17-24
Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Alfabeta.
Endraswara, Suwardi. 2011. Metodelogi Penelitian Sosiologi Sastra. Yogyakarta: CAPS.
Moleong, Lexy J. 2012. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Published
2020-06-30
How to Cite
Arianti, S., & Marselina, S. (2020). Analisis Jenis, Fungsi, Makna, dan Nilai Ekonomi Tumbuhan pada Ritual Mamapas Lewu Suku Dayak Ngaju. Anterior Jurnal, 19(2), 12-19. https://doi.org/10.33084/anterior.v19i2.1410