Uji Kuantitatif Kadar Protein pada Tempe Kedelai dan Lamtoro

The Quantitative Test Of Protein Levels In Soybean And Lamtoro Tempeh

  • Qurrotu A’yunin Lathifah STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
  • Andyanita Hanif Hermawati STIKes Hutama Abdi Husada Tulungagung
Keywords: soybean, lamtoro, tempeh, quantitative test

Abstract

Food is the most essential requirement for humans to maintain life and living. One of the quality of food can be from nutrients contained in it. Efforts to diversify food can be done by finding new food ingredients or materials from existing food and developed into a diverse food material. The use of lamtoro seeds as the basis for making tempeh is one form of food diversification. Sampling in this study is Simple Random Sampling with a total sample of 2 soybean tempeh and 2 lamtoro tempeh. Research data collection using experiments. In this study, different results were obtained from each soybean tempeh and lamtoro tempeh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gamedia Pustaka Utama.
Furqon, A., Maflahah, I., Rahman, A., 2006. Pengaruh Jenis Pengemas dan Lama Penyimpanan Terhadap Mutu Produk Nugget Gembus. Jurnal AGROINTEK. 10(2):72-75.
Krisnawati. A. 2017. Kedelai sebagai Sumber Pangan Fungsional. Iptek Tanaman Pangan. 12(1):57-65.
Mukhoyaroh. H. 2015. Pengaruh Jenis, Waktu dan Suhu Pemeraman Terhadap Kandungan Protein Tempe Kedelai. Florea. 2(2):47-51.
Muthmainna., Sabang, Sri Mulyani., & Supriadi. 2016. Pengaruh Waktu Fermentasi Terhadap Kadar Protein dari Tempe Biji Buah Lamtoro Gung. Jurnal Akademika Kimia. 5(1). doi: 10.22487/j24775185.2016.v5.i1.8001
Nurapriani, R. 2010. Optimasi Formulasi Brownis Panggang Tepung Komposit Berbasis Talas, Kacang Hijau dan Pisang. Skripsi. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.
Nursiwi. A., Ishartani. D., Sari. A.M., Nisyah. K. 2018. Peran Keanekaragaman Hayati untuk Mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia. Seminar Nasional dalamRangka Dies Natalis UNS Ke 42. 2(1):81-87.
Pratiwi, Christian Endah. 2018. Pengaruh Proporsi Kedelai (Glycine Max) dan Lamtoro Gung (Leucaena leucephala) dengan Penambahan Angkak Terhadap Karakteristik Tempe. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma.
Radiati, A., Sumarto S. 2016. Analisis Sifat Fisik, Sifat Organo-leptik, dan Kandungan Gizi pada Produk Tempe dari Kacang Non-Kedelai. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan. 5(1).
Rinawan, B. M. 2015. Pengaruh Macam Pembungkus (Daun dan Plastik) terhadap Profil Pertumbuhan Bakteri Asam Laktat dan Bakteri Proteolitik Indigenous Pada Fermentasi Tempe. Skripsi. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta
Rosida, D. F., R., Yulistiani & Ardiani. W. 2014. Isolasi Protein Biji Lamtoro Gung (Leucaena leucocephala) Menggunakan Cairan Rumen Domba. Jurnal Teknologi Pangan. 8(1):117-127.
Rosida, D. F., Sudaryati, H. P. & Costantia, F. 2009. Kajian peran angkak pada kualitas tempe kedelai-lamtoro gung (Leucaenaleucocephala). Jurnal Teknologi Pangan. 6 (1):64-71.
Sayudi, S., Herawati, N. & Ali, A. 2015. Potensi Biji Lamtoro Gung dan Biji Kedelai sebagai Bahan Baku Pembuatan Tempe Komplementasi. Jurnal Online Mahasiswa (JOM). 2(1):1-9.
Setyaningsih, E., Purwani, E. & Sarbini. 2009. Perbedaan Kadar Kalsium, Albumin dan Daya Terima Pada Selai, Cakar Ayam dan Kulit Pisang dengan Variasi Perbandingan Kulit Pisang yang Berbeda. Jurnal Ilmu Kesehatan. 1(2):27-37.
Published
2019-10-31
How to Cite
Lathifah, Q. A., & Hermawati, A. H. (2019). Uji Kuantitatif Kadar Protein pada Tempe Kedelai dan Lamtoro. Borneo Journal of Medical Laboratory Technology, 2(1), 116-119. https://doi.org/10.33084/bjmlt.v2i1.1089