Sifat Fisika Mekanika Briket Arang dengan Komposisi Jenis Kayu Gerunggang (Cratoxylon arborescens) dan Kayu Tumih (Combretocarpus rotundatus)

  • Alpian Alpian Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Raynold Panjaitan Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Adi Jaya Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Yanciluk Yanciluk Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Wahyu Supriyati Supriyati Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
  • Emmy U. Antang Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Keywords: charcoal briquettes, physical and mechanical properties, biomass waste, Gerunggang, Tumih

Abstract

Energy is a major component in human daily life so it is needed in daily activities and production. The main source of energy used today comes from fossils such as petroleum, natural gas and coal which are non-renewable, unsustainable, limited in existence and can damage the environment. One of the more environmentally friendly and renewable energy substitutes is charcoal briquettes. The raw material used for the manufacture of charcoal briquettes is charcoal powder from biomass waste in land clearing in the Village of Kalampangan, Palangka Raya City. The fire burnĀ  the Kalampangan urban area in 2015. The burning area makes succession and overgrown of pioneer plants such as Gerunggang and Tumih that cannot use maximum. Both types of wood can be used as material for making charcoal briquettes. The purpose of this study is to determine the physical and mechanical properties of charcoal briquettes produced from biomass waste without burning fuel with several raw material compositions from Gerunggang and Tumih charcoal powders. The charcoal briquettes refer to the Indonesian National Standard (SNI 01-6235-2000) and ESDM Permen No. No. 047 of 2006. The number of treatments was 5 (T100: G0; T25: G75; T50: G50; T75: G25 and T0: G100) of 3 replications. The composition with the most potential test results in accordance with the both of standards that used is the composition of T100: G0 with a lower moisture content of 10.10%, density 0.98 g/cm3, and compressive strength 25.68 kg/cm2.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Alpian Alpian, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Raynold Panjaitan, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Adi Jaya, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Yanciluk Yanciluk, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Wahyu Supriyati Supriyati, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya
Emmy U. Antang, Fakultas Pertanian, Universitas Palangka Raya

References

Alpian. 2002. Pengaruh Komposisi Serbuk Arang Kayu dan Limbah Industri Plywood dan Limbah Kayu HTI Terhadap Kualitas Briket Arang dengan Perekat Tepung Tapioka, UniversitasMulawarman, Samarinda.
Alpian, A., Prayitno, T. A., Sutapa, G. J., & Budiadi, B. (2011). Quality of Charcoal Made from Gelam Wood (Melaleuca cajuputi). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis, 9(2), 141-152.
ASTM Standards D . 2005. Standar Test Method for Gross Calorific Value of Coal and Coke by the Adibatic Bomb Calorimeter.In Annual Book of ASTM Standards, Section 5, Vol. 05.05. West Conhohocken, PA : American Society for Testing and Materials : 239-147.
Badri, J. 1987. Studi Pemanfaatan Serbuk Gergaji sebagai Bahan Baku Pembuatan Briket Arang. Fakultas Kehutanan. Universitas Mulawarman. Samarinda.
BPS. 2017. Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut Provinsi. Badan Pusat Statistik Indonesia. Jakarta.
BSN. 2000. SNI 01-6235-2000. Briket Arang Kayu. Badan Standarisasi Nasional. Jakarta.
Dumanauw, J, F. 1990. Mengenal Kayu. Yogyakarta : Kanisius.
Goutara dan S. Wijandi. 1975. Dasar Pengolahan Gula II. Agro Industri Press. Jurusan Teknologi Industri Pertanian. IPB. Bogor.
Hartoyo. 1983. Pembuatan Arang dan Briket Arang Secara Sederhana dari Serbuk Gergaji dan Limbah Industri Perkayuan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.
Hendra, D., I. Winarni. 2003. Sifat Fisis dan Kimia Briket Arang Campuran Limbah Kayu Gergajian dan Sebetan Kayu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor. Buletin Hasil Hutan 21 (3) ; 211-226.
Hendra, D. 2007. Pembuatan Briket Arang dari Campuran Kayu, Bambu, Sabut Kelapa dan Tempurung Kelapa sebagai Sumber Energi Alternatif. Jurnal Hasil Hutan. Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.
Kahariayadi, A., D. Setyawati, Nurhaida, F. Diba, E. Roslinda. 2015. Kualitas Arang Briket Berdasarkan Persentase Arang Batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) dan Arang Kayu Laban (Vitex pubescens Vahl). Jurnal Hutan Lestari Vol 3 (4) : 561-568.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Peraturan Menteri ESDM No. 47 Tahun 2006 tentangPedoman Pembuatan dan Pemanfaatan Briket Batubara dan Bahan Bakar Padat Berbasis Batubara. Jakarta
Komaryati, S., Gusmailina, G. Pari. 2011. Produksi Cuka Kayu Hasil Modifikasi Tungku Arang Terpadu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29 (3) : 234-247.
Lusyiani. 2011. Analisis Sifat Fisik dan Kimia Briket Arang dari Campuran Kayu Galam (Melaleuca leucadendron Linn) dan Tempurung Kemiri (Aleurites moluceana Wild). Jurnal Hutan Tropis Vol 12 (32).

Maryono, Sudding dan Rahmawati. 2013. Pembuatan dan Analisi Mutu Briket Arang Tempurung Kelapa di Tinjau dari Kadar Kanji. Makassar. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar.
Martawijaya, A., I. Kartasujana, S. A. Prawijaya, dan K. Kadir. 2005. Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Indonesia. Bogor.
Muladi, S. dan I.Y. Wardhani. 1994. Kemungkinan Pemanfaatan Limbah sebagai Bahan Baku pada Industri Perkayuan. Laporan Penelitian Hasil Hutan. Lembaga Penelitian Universitas Mulawarman. Samarinda.
Nurhayati,S.T. 1989. Sifat Arang, Briket Arang dan Alkohol yang Dibuat dari Limbah Industri Kayu. Laporan Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan No. 165. Bogor.
Republik Indonesia. Undang Undang No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta
Rindayatno, M. K. Sari, S. Wagiman. 2017. Kualitas Briket Arang Berdasarkan Komposisi Campuran Arang dari Kayu Meranti Merah (Shorea sp.) dan Tempurung Kelapa (Cocos nucifera L.). Prosiding Seminar Nasional Ke-1. Balai Riset dan Standarisasi Industri. Samarinda.
Sudradjat, R. 1982. Produksi Arang dan Briket Arang Serta Prospek Pengusahaannya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian Bogor. Bogor
Sudradjat, R. 1983. Pengaruh Bahan Baku, Jenis Perekat, dan Tekanan Kempa terhadap Kualitas Briket Arang. Laporan No. 165. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan Bogor. Bogor.
Supriyati, W. 1994. Variabilitas Sifat Fisik Arah Radial Kayu Tumeh (Combretocarpus rotundatus Dans) dan Kayu Bangkirai (Shorea leavis Rild).
Triono. 2006. Karakteristik Briket Arang dari Campuran Serbuk Gergajian Kayu Afrika (Maesopsis emini Engl.) dan Sengon (Paraserianthes falcataria L.). Skripsi. Bogor. Departemen Hasil hutan. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor.
Published
2020-06-11
How to Cite
Alpian, A., Panjaitan, R., Jaya, A., Yanciluk, Y., Supriyati, W. S., & Antang, E. U. (2020). Sifat Fisika Mekanika Briket Arang dengan Komposisi Jenis Kayu Gerunggang (Cratoxylon arborescens) dan Kayu Tumih (Combretocarpus rotundatus). Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian Dan Kehutanan, 7(1), 1-10. https://doi.org/10.33084/daun.v7i1.1602