Pengaruh Pemakaian Arang Batok Kelapa terhadap Kuat Tekan Beton K225

Keywords: Beton Normal, Arang Batok Kelapa, Kuat Tekan

Abstract

Beton adalah material komposit terdiri dari bahan dasar semen, agregat kasar, agregat halus, air dan dengan atau tanpa bahan tambahan dengan perbandingan tertentu akan membentuk beton. Pada penelitian ini menggunakan bahan arang batok kelapa desa kalampangan untuk campuran beton K225 sebagai pengganti agregat halus terhadap persentasi berat, variasi 7,5%, 10% dan 12,5% yang bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kuat tekan setelah dilakukan pencampuran arang batok kelapa. Tahapan penelitian dimulai dari persiapan material, pengujian agregat kasar (batu pecah), agregat halus (pasir), setelah memenuhi spesifikasi dilakukan pembuatan campuran beton normal dan pembuatan beton menggunakan arang batok kelapa, pengujian kuat tekan,anasisa data, kemudian kesimpulan dan saran. Prosedur penelitian dibagi menjadi dua tahap, yaitu: penelitian awal untuk menentukan kuat tekan beton normal dan penelitian kedua untuk menentukan kuat tekan beton dengan menggunakan campuran arang batok kelapa 7,5%, 10% dan 12,5% terhadap berat agregat halus (pasir). Hasil penelitian menunjukan kuat tekan beton normal rata-rata adalah 314,45 kg/cm2, setelah penggunaan arang batok kelapa 7,5% kuat tekan rata-rata sebesar 340,08 kg/cm2, kemudian pada penggunaan arang batok kelapa 10% didapat kuat tekan rata-rata 332,78 kg/cm2, pada penggunaan arang batok kelapa 12,5% kuat tekan rata-rata 305,08 kg/cm2. Berdasarkan hasil penelitian disarankan pemakaian arang batok kelapa tidak melebihi 10% karena jika pemakaian melebihi 10% kuat tekan beton akan mengalami penurunan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Dodi Riyanto, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Student of Civil Engineering Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Hendra Cahyadi, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Senior Lecturer of Civil Engineering Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Rida Respati, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Senior Lecturer of Civil Engineering Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

References

ACI Internasional Confrence, 1997, High Performance Concrete and Design Materials and Recend Advance is Concretet.
Balaguru, P. and Shah, S.P., Fibre einforced Cement Composites, McGraw-Hill, Singapore,1992. Callister,W.,D., 1997. ”Materials Scienc& Engineering” John Wiley & Sons, Inc
Fakultas Teknik Sipil, Pedoman Praktikum Beton, Laboratorium Struktur Universitas Muhammadyah Palangkaraya.
Gustaferro, A. H. 1987. “Fire Resistance”, Handbook of Concrete Engineering (Ed. Mark Fintel), Van Nostrand Reinhold Company, New York, 1 - 40.
Mediyanto A., dkk, 2004. ”Kajian Sifat Mekanik Dan Kapasitas Elemen Struktural Beton Ringan Berserat”.Penelitian Hibah Pekerti, UNS.
Partowiyatmo, A. and Sudarmadi, 2004.“Strength Recovery of Fire Concrete”, Proceedings of the 7th International Conference on Quality in Research (QIR), University of Indonesia, Jakarta.6 pp.
Sudarmoko, 1993, Pengaruh Panjang Serat Pada Sifat Struktural Beton Serat,Media Teknik No. 1 Tahun XV, Yogyakarta
Suhendro, B., 1991, Pengaruh Fiber Kawat Pada Sifat-Sifat Beton, Seminar Mekanika Bahan Dalam Berbagai Aspek, Yogyakarta
Suhendro, B. 1991.“Pengaruh Pemakaian Fiber Secara Parsial pada Perilaku dan Kapasitas Balok Beton Bertulang”, Prosiding Seminar Mekanika Bahan Untuk Meningkatkan Potensi Bahan Lokal, PAU UGM.
Standart Nasional Indonesia, SNI 03-2834-1993. “Tata Cara Campuran Beton Normal”, Pustajatan-Balitbang Pekerjaan Umum, Bandung.
Published
2018-06-01
How to Cite
Riyanto, D., Cahyadi, H., & Respati, R. (2018). Pengaruh Pemakaian Arang Batok Kelapa terhadap Kuat Tekan Beton K225. Media Ilmiah Teknik Sipil, 6(2), 94-101. https://doi.org/10.33084/mits.v6i2.252

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>