Latihan Relaksasi Untuk Mengurangi Gejala Insomnia

  • Esty Aryani Safithry Universitas Muhammadiyah Palangkaraya
Keywords: Latihan Relaksasi, Insomnia

Abstract

Kekurangan tidur dapat menyebabkan gangguan mood, emosi, konsentrasi dan menimbulkan malas. Latihan relaksasi dapat digunakan untuk mengurangi gejala insomnia, terapi ini merupakan bentuk terapi psikologis yang mendasarkan pada teori-teori behavioris. Subyek penelitian adalah mahasiswa UM Palangkaraya. Jenis penelitian adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi ini dapat menurunkan gejala insomnia, yang ditandai menurunnya tingkat ketegangan di saat akan maupun setelah tidur,saat terbangun pikiran menjadi lebih segar. Subjek mampu melaksanakan latihan relaksasi secara mandiri.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Esty Aryani Safithry, Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

References

Benson, H.M.D. 2000. Dasar-dasar Respon Relaksasi: Bagaimana menggabungkan respon Relaksasi dengan Keyakinan Pribadi Anda. Bandung. Mizan
Cottone, R.R. (2010). Theories and Paradigms of Counseling and Psychoterapy. Boston: Allyn & Bacon.
Craighead, L.W., Craighead, W.E., Kazdin, A.E., & Mahoney, M.J. (2004). Cognitive And Behavioral Interventions. Boston: Allyn and Bacon.
Davis, M, Eshelman, E.R dan Matthew Mckay. 2010. Panduan Relaksasi dan Reduksi Stres Edisi III. Alih Bahasa: Budi Ana Keliat dan Achir Yani. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC
Diagnostic And Statistical Manual of Mental Disorders. Fourth Edition (2000). Washington, DC: American Psychiatric Association.
Goldfried, M.R., & Davison, G.C. (2006). Clinical Behavior Therapy. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Goldfried, M.R. and Trier, C.S., (2004). Effectivesness of Relaxation as an Active Coping Skill. Journal of Abnormal Psychology, 83, 4, 348-355
Holmes, D. S. (2007). Abnormal Psychology. Third Edition. New York: Addison – Wesley Educational Publisher Inc.
Kazdin, A.E. (2009). Methodological Issues & Strategies in Clinical Research. Washington DC : American Psychological Association.
Jacobson, L., Sapolsky, R. Helm,C. Newport, DJ. Bonsall, R., Mileer, AH., Nemeroff,CB. (2004) Journal of Positive Psychology and the Cognitive Tradition for Sleep Hygine, 19, 6-9
Lacks. P., Morin. C,. 2010. Recent Advances in the Assessment and Treatment of Insomnia. Journal of Consulting and Clinical Psychology Vol 60. No. 4, 586-594.
Liu. Xianchen et al. 2000. Sleep Loss and Day Time Sleepiness in the General Adult Population of Japan Psychiatric research 93 1-11
Martin, G., & Pear, J. (2003). Behavior Modification What It Is And How To Do It. Seventh Edition. New Jersey: Prentice Hall, Inc.


Nevid, J.S., Rathus, S.A., & Green, E.B. (2005). Abnormal Psychology In Changing World. New Jersey: Prentice Hall.
Panteri, IGP. 2009. Gangguan Tidur Insomnia dan Terapinya Suatu Kajian Pustaka. Majalah Ilmiah Unud th xx No 37
Poerwandari, K. (2001). Pendekatan Kualitatif untuk Penelitian Perilaku Manusia. Jakarta: Lembaga Pengembangan Sarana Pengukuran dan Pendidikan Psikologi (LPSP3) Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Prawitasari, J.E. (2009). Behavior Therapy In Indonesia. Dalam Oei, T.P.S., Behavior Therapy and Cognitive Behavior Therapy in Asia (hlm 81 – 96). Brisbane: Edumedia Pty Ltd.
Sarason, I.G., & Sarason, B.R. (2009). Abnormal Psychology. The Problem of Maladaptive Behavior. Ninth Edition. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Soewondo, S. (2003). Modul Latihan Relaksasi. Jakarta: Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia.
Soresso, D. (tanpa tahun) Produced by The Sleep Research Laboratory. www.internethealthlibrary.com. Chicago :the University of Chicago.
Published
2014-03-05
How to Cite
Safithry, E. A. (2014). Latihan Relaksasi Untuk Mengurangi Gejala Insomnia. Pedagogik: Jurnal Pendidikan, 9(1), 70-79. https://doi.org/10.33084/pedagogik.v9i1.615

Most read articles by the same author(s)