Pembuatan Teh Bawang Dayak dan Manfaatnya Bagi Kader Pusat Kesehatan Masyarakat Harapan Baru Samarinda Seberang

Production of Bawang Dayak Tea and Its Benefits for Cadres of Harapan Baru Community Health Center Samarinda Seberang

Authors

  • Annaas Budi Setyawan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur https://orcid.org/0000-0002-2805-177X
  • Arief Budiman Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
  • Taufik Septiawan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

DOI:

https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v4i2.812

Keywords:

Bawang Dayak Tea, Health Center cadres, Antidiabetic

Abstract

The community service activity was attended by cadres of Harapan Baru Community Health Center (Puskesmas) Samarinda Seberang who participated at the bawang dayak tea making program from the beginning to the end of the event, besides that in this activity also provided health education to the cadres about high blood pressure and even diabetes. This activity has the primary purpose of inviting Puskesmas cadres to utilize natural plant products bawang dayak, which can be processed into tea and can be taken for health benefits and have economic value. In using this bawang dayak plant, it needs proper processing so that the content is not reduced. The first step is to cut roots and leaves from bawang dayak, then wash them in running water, then slice them in a slice and then dry them, before finally storing them in airtight containers. Utilization of bawang dayak which are then processed into tea, this means encouraging the use of Borneo's unique plants into an alternative source of health and the ability to handle these plants into a product means increasing economic opportunities to contribute to solving social problems.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Dinas Kesehatan Kota Samarinda. 2018. Profil Kesehatan Kota Samarinda Tahun 2018. Samarinda: Dinas Kesehatan Kota Samarinda.
Fatimah, R.N. 2015. Diabetes Melitus Tipe 2. Majority (Medical Journal of Lampung University). 4(5):93-101.
Galingging, R.Y. 2007. Potensi Plasma Nutfah Tanaman Obat sebagai Sumber Biofarmaka di Kalimantan Tengah. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 10(1):76-83. http://dx.doi.org/10.21082/jpptp.v10n1.2007.p%25p
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2019. Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2018. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2013. Pedoman Teknis Penemuan dan Tatalaksana Hipertensi. Jakarta: Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Naspiah, N., Iskandar, Y., Moektiwardoyo, M. 2014. Artikel Ulasan: Bawang Tiwai (Eleutherine americana Merr.), Tanaman Multiguna. Indonesian Journal of Applied Sciences. 4(2):18-30. https://doi.org/10.24198/.v4i2.16820
Pradana, D.A., Marfianti, E., Trimulyaningsih, N. 2018. Iptek Bagi Masyarakat (IbM) Desa Terong dan Jatimulyo dalam Pengelolaan Hipertensi dan Diabetes Melitus. AJIE (Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship). 3(2):96-106.
Puspadewi, R., Adirestuti, P., Menawati, R. 2013. Khasiat Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (l.) Merr.) sebagai Herbal Antimikroba Kulit. Kartika: Jurnal Imiah Farmasi. 1(1):31-37. http://dx.doi.org/10.26874/kjif.v1i1.21
Putri, N.H.K., Isfandiari, M.A. 2013. Hubungan Empat Pilar Pengendalian DM Tipe 2 dengan Rerata Kadar Gula Darah. Jurnal Berkala Epidemiologi. 1(2):234-243.
Rahajeng, E. 2011. Upaya Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Indonesia. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. 2(2):23-28.
Restuastuti, T., Restila, R. 2018. Analisis Pemberdayaan Masyarakat sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular melalui Posbindu PTM di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau. Asian Journal of Environment, History and Heritage. 2(1):51-58.
Risnasari, N. 2014. Hubungan Tingkat Kepatuhan Diet Pasien Diabetes Mellitus dengan Munculnya Komplikasi di Puskesmas Pesantren IIkota Kediri. Efektor. 1(25):15-19.
Rosdiana, A.I., Raharjo, B.B., Indarjo, S. 2017. Implementasi Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Higeia: Journal of Public Health Research and Development. 1(3):140-150.
Setyawan, A.B., Masnina, R. 2018. Efektivitas Teh Bawang Dayak untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. STRADA: Jurnal Ilmiah Kesehatan. 7(2):7-13.

Downloads

Published

2019-09-17

How to Cite

Setyawan, A. B., Budiman, A., & Septiawan, T. (2019). Pembuatan Teh Bawang Dayak dan Manfaatnya Bagi Kader Pusat Kesehatan Masyarakat Harapan Baru Samarinda Seberang: Production of Bawang Dayak Tea and Its Benefits for Cadres of Harapan Baru Community Health Center Samarinda Seberang. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 68–73. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v4i2.812