Formulasi Bedak Tabur Biji Alpukat (Perseae americana Mill)

Avocado Seed Powder Formulation (Persea americana Mill)

  • Elmitra Elmitra Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
  • Riska Novalina Akademi Farmasi Al-Fatah Bengkulu
Keywords: Bedak Tabur, Pati biji alpukat

Abstract

Kosmetik adalah sediaan atau campuran bahan yang digunakan pada bagian luar badan untuk membersihkan, menambah daya tarik, mengubah penampakan, melindungi supaya tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk mengobati atau menyembuhkan suatu penyakit. Salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan kaya akan antioksidan dan bisa dijadikan sebagai kosmetik adalah buah alpukat (Perseae americana Mill). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pengendapan. Formulasi sediaan bedak tabur dibuat dalam jumlah 4 formula, dengan zat aktifnya adalah pati biji alpukat. Formula 0 mengandung 0%, formula 1 mengandung 4%, formula 2 mengandung 7%, formula 3 mengandung 10% serbuk pati biji alpukat. Evaluasi bedak tabur yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji derajat kehalusan, uji waktu alir, uji iritasi, dan uji pH. Hasil semua penelitian pati biji alpukat (Perseae americana Mill) dapat dibuat dalam bentuk sediaan bedak tabur. Konsentrasi kadar pati biji alpukat dari ke 4 formula memiliki perbedaan sifat fisik dalam bentuk organoleptis yaitu perbedaan warna dimana didapat formula terbaik pada F1.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik indonesia , Jakarta.
Aulton, M. 1988. Pharmaceutics: The Science Of Dosage Form Design.Curcill Livingstone. Edirberd.London.p.244.
BeMiller J. Dan Whistler R., 2009, Starch: Chemistry and Technology, Elsevier, USA, pp. 527,544,550
Hernani dan Raharjo, M., 2005, Tanaman Berkhasiat Antioksidan, Penebar Swadaya, Jakarta.
Leyden, J.J., dan Rawling, A.V., (Eds), 2002, Skin Moisturization, Cosmetic Science and Thehnology Series, Marcel Dekker, Inc, New York, pp. 324,328,331,354-356,613-614,625.
Mitsui, T., 1997, New Cosmetic Science, 2th ed, (Ed), Elsevier ScienceB. V., Netherlands, pp. 375-376.
Robin Graham-Borwn Bsc, MB BS, 2005, Dhermatology Edisi Kedelapan, Spesialis dan konsultan dermatology emeritus, Terjemahan Erlangga, Jakarta.
Rowe, R.C., Sheskey, P.J., dan Quinn, M.E., 2009, handbook of Pharmaceutical Excipient, 6th edition , Pharmaceutical Press and American Pharmacists Associations 2009, Washington D. C., pp 405-406, 441-442, 651-653.
Voight, R., 1994, Buku Pelajaran Teknologi Farmasi, Terjemahan Seodani Noerono, Gadjah Mada University, Yogyakarta.
Voight , R., 1995, Buku Ajar Teknologi Farmasi, diterjemahkan oleh seodani Noerono s, UGM Press, Yogyakarta.
Tranggono, R.I.S., Latifah, F., 2007, Buku Pegangan Ilmu Pengetahuan Kosmetik, Gramedia Pustaka Utama, Jakrta.
Widana Beni Agus Gede, 2014, Analisis Obat, Kosmetik, dan Makanan, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Winarsi,H,2007, Antioksidan Alami & Radikal Bebas, Kanisius, Yogyakarta.
Published
2016-09-01
How to Cite
Elmitra, E., & Novalina, R. (2016). Formulasi Bedak Tabur Biji Alpukat (Perseae americana Mill). Prosiding Seminar Nasional Ilmu Kesehatan, 1(1), 40-46. Retrieved from http://journal.umpalangkaraya.ac.id/index.php/snik/article/view/1211